Analisa dan Desain dengan Menggunakan Obyek Oriented


Permodelan kebutuhan sistem ( Requitments Modeling )
         Mendeskripsikan siapa dan bagaimana sistem akan digunakan. Menentukan Aktor(orang atau  entitas yang berinteraksi dengan sistem), Use case (dibuat untuk mendefinisikan perilaku dari sistem) dan Sekenario ( fakta atau keterangan dari use case yang mendeskripsikan kebutuhan spesifik dari sistem. 
 Permodelan Informasi ( Information Modeling )
         Menjelaskan entitas dan hubungan antar entitas dalam permasalahan yang akan diselesaikan, termasuk obyek, atribut dan berbagai macam relasi yang terkait. 
Permodelan Daur Hidup ( Life Cycle Modeling )
       Menjelaskan bagaimana obyek merespon lingkungan, dimana sistem dapat berubah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Respon dari perubahan yang diinginkan oleh pengguna terhadap sistem pada suatu aktivitas yang spesifik yang diasosiasikan yang memasukan dan mengeluarkan fakta kejadian (Hoover and Ilekshy, 2001)
Menurut 
rogayah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/38682/UML+DIagram+Activity.pdfTerdapat beberapa konsep dalam OOAD, yaitu :
  1. Kelas (Class) kumpulan objek-objek dengan karakter yang sama. Sebuah kelas mempunyai sifat(atribut),kelakuan (operasi/metode),hubungan (relationship) dan arti. Suatu kelas dapat diturunkan dari kelas yang lain,dimana atribut dan kelas semula dapat diwariskan ke kelas yang baru. Kelas adalah sebuah struktur tertentu dalam pembuatan perangkat lunak. Kelas merupakan bentuk struktur pada kode program yang menggunakan metodologi berorientasi objek.
  2. Objek (Object) Abstraksi dan sesuatu yang mewakili dunia nyata. Objek merupakan suatu entitas yang mampu menyimpan informasi (status) dan mempunyai operasi (kelakuan) yang dapat diterapkan.
  3. Metode (Method) Operasi atau metode pada kelas hampir sama dengan fungsi atau prosedur pada metodologi terstruktur. Operasi merupakan fungsi atau transformasi yang dapat dilakukan terhadap objek atau dilakukan objek.
  4. Atribut variabel global yang dimiliki kelas. Atribut dapat berupa nilai atau elemen–elemen data yang dimiliki oleh objek dalam kelas. Atribut dipunyai secara individu oleh suatu objek misalnya berat,jenis.
  5. Abstraksi prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi suatu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan masalah.
  6. Enskapsulasi pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain tidak mengetahui cara kerjanya.
  7. Pewarisan mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh dan objek lain sebagai bagian dari dirinya.
  8. Antar muka biasanya digunakan agar kelas yang lain tidak mengakses langsung ke suatu kelas.
  9. Reusability pemanfaatan kembali objek yang sudah didefenisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
  10. Generalisasi & spesialisasi menunjukan hubungan antar kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.
  11. Komunikasi Antar Objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya.
  12. Polimorfisme kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama sehingga menghemat program.
  13.  Package sebuah kontainer atau kemasan yang dapat digunakan untuk mengelompok kelas-kelas yang bernama sama disimpan dalam package yang berbeda.

Analisa dan Desain dengan Menggunakan Obyek Oriented

Menurut : http://nurdiyantoooad.blogspot.co.id/ dalam blognya
OOAD adalah metode analisis yang memeriksa requirements dari sudut pandang kelas dan objek yang ditemui dalam ruang lingkup permasalahan yang mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi objek-objek system atau subsistem. Konsep OOAD mencakup analisis dan desain sebuah sistem dengan pendekatan objek, yaitu analisis berorientasi objek (OOA) dan desain berorientasi objek (OOD).
OOA adalah metode analisis yang memeriksa requirement (syarat/keperluan) yang harus dipenuhi sebuah sistem) dari sudut pandang kelas-kelas dan objek-objek yang ditemui dalam ruang lingkup perusahaan.
OOD adalah metode untuk mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi objek-objek sistem atau subsistem.
Dikenal dengan Object-Oriented Analysis and Design (OOAD) metodologi yang dibangun untuk membantu programmer dalam menggunakan bahasa pemrograman berorientasi obyek. pengembangan dengan OOAD menggunakan konsep reuse, lebih fokus pada coding tidak menekankan pada kinerja team.
Komponen utama dari metodologi OOAD, yaitu : 

Menurut
Kelebihan dari OOAD yaitu : 
  •  OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan mengurangi risiko pelaksanaan proyek
  • Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memecah masalah menjadi pecahan masalah dan bagian yang manage secara  terpisah, kode program dapat dikerjakan bersama-sama.
  • Tidak ada pemisah antara fase desain dengan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem 
  • Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformulasikan dan juga dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi
  • Relasi obyek dengan entitas (thing) dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan ketertarikan dalam sistem sehingga memudahkan dalam memahami desain (Sommerville, 2000)
  • Metod ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif
Kekurangan :
  1. Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
  2. Pada OOAD lebih fokus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
  3. Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
  4. Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
  5. Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan analisis terhadap  fungsional sistem, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
  6. OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
  7. Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sulit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).
Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar:

Post a Comment